Pangkalpinang-Dalam rangka pengendalian inflasi menjelang Rahmadan dan hari raya Idul Fitri 1444 H, serta untuk stabilitas dan jumlah ketersediaan barang kebutuhan pokok. Dinas Perindustrian dan Perdaganggan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan distributor dan sub distributor Sembako.
Mengundang Disperindag Kabupaten dan Kota Se-Babel. Kegiatan Rakor Untuk Menjaga Ketersediaan Stok Dan Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Yang Berada di Pelaku Usaha Distributor tersebut di buka langsung oleh Asisten Bidang Perekonomi dan Pembangunan Setda Babel, Selasa (21/3) di Hotel Urban View lantai III Pangkalpinang, Babel.
Dalam arahanya, Asisten Bidang Perekonomi dan Pembangunan Setda Babel Yanuar, di dampingi Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdaganggan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tarmin, meminta kepada pihak distirbutor untuk bersama-sama bersinergi dalam mengendalikan inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“saya meminta kepada Distributor yang hadir untuk ikut bersinergi dalam upaya mengendalikan inflasi di daerah kita ini,” katanya kepada tamu dan peserta Rakor.
Dirinya menjelaskan kegiatan Rakor ini sudah rutin dilaksanakan dalam setiap tahunnya, dengan mengundang pihak-pihak terkait, hal itu dilakukan dalam upaya mengetahui ketersediaan barang kebutuhan pokok yang ada distriubutor dan di masyarakat.
“kegiatan koordinasi ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya, dengan pihak-pihak terkait untuk mengetahui ketersediaan barang kebutuhan pokok yang ada di masyarakat,” tuturnya.
Tujuanya tidak lain, lajut Dia. Agar masyarakat terbantu dalam memenuhi kebutuhan sembako dalam kehidupan sehari-harinya. Terlebih jelang perayaan hari besar kegamaan yaitu menjelang Rahmadan dan hari raya Idul Fitri 1444 H.
Dimoderatori oleh Kabid Pengendalian Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Babel Fajri Djagahitam, Dinas Perindustrian dan Perdaganggan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengundang beberapa narasumber untuk melakukan paparan, diantaranya dari Bank Indonesia, Dinas Pertanian Babel, Kemendag, dan Polda Babel.

